Terus terang saja, lagu-lagu baru di negeri ini bagi saya kualitasnya sudah menurun dari tahun-tahun sebelumnya, baik dari segi kualitas musik dan liriknya, menurut saya sangat sedikit yang benar-benar menghibur dan memberikan makna. Saya mencoba mencari pelarian. Iseng-iseng buka folder musik ternyata ada beberapa album dari Dewa 19 era Ari Lasso. Ada beberapa lagu yang asik didengar, kualitas musik sangat menghibur dan liriknya pun sarat makna. Yup, saya pilih Petuah Bijak dari album Pandawa Lima. Musik yang dibawa masih tergolong rock alternative dengan irama yang agak cepat. Liriknya berisikan tentang sebuah pesan dan upaya pada sahabat untuk meninggalkan dunia gelap dan mengisi masa muda dengan sesuatu yang bermakna bagi hidup. Satu kalimat yang paling saya suka adalah "Mungkin ini petuah bijak yang kau rasakan sebagai klise lelahkan kedua pasang telingamu" . Kalimat tersebut sangat mewakili arti dari seorang sahabat. Bahwa seorang sahabat akan selalu menjadi peneran...
Begitu banyak kisah singgah di hati pun banyak bunga bersemi Namun aku bisa memaklumi kala kisah itu datang dan pergi Aku bisa mengerti mengapa bunga-bunga layu dan mati Namun satu hal yang pasti begitu berat melepas cinta yang dinanti begitu berat melepas kau pergi pahit memang kenyataan ini telah kucoba bangkit berdiri namun aku rapuh lagi aku tak bisa melihatmu lari padahal baru beberapa waktu aku temui sesungguhnya luka ini hanya kuasa ilahi yang mampu mengobati
Saya mendapati sebuah kisah yang bagus di sebuah halaman facebook saya. Kisah ini diposkan oleh rekan saya, Ardian Fajar Prastyawan yang berbagi foto dari Fadly Ravi. Berikut ini penjelasannya. Melihat Foto ini maka terjadi sebuah kisah dialog antara seorang Syekh muslim dengan seorang lelaki non Muslim asal Inggris. Lelaki non Muslim bertanya: "Kenapa dalam Islam wanita tidak boleh jabat tangan dengan pria?" Syaikh menjawab: "Bisakah kamu berjabat tangan dengan Ratu Elizabeth? Lelaki non Muslim Menjawab: "Oh tentu tidak bisa! cuma orang2 tertentu saja yg bisa berjabat tangan dengan ratu." Syaikh tersenyum & berkata:" Wanita2 kami (kaum Muslimin) adalah para ratu, & ratu tidak boleh berjabat tangan dengan pria sembarangan (yg bukan mahramnya)" Lelaki non Muslim bertanya lagi :"Kenapa perempuan Islam menutupi tubuh dan rambut mereka?" Syekh tersenyum dan mengeluarkan 2 permen dari sakunya, ia membuka yang pertama ...
Saya pernah mendengar bahwasannya doa itu boleh dilakukan dalam bahasa apapun dengan bahasa yang kita miliki, akan tetapi dikatakan pula bahwasannya berdoa melalui doa yang ada dalam ayat suci Al-Quran itu lebih baik adanya. Saya coba untuk membagikan beberapa doa yang saya temui akhir-akhir ini. 1. Qs. Al-Furqan : 74 ﺭﺑﻨﺎ ﻫﺑﻠﻨﺎ ﻣﻥ ﺍﺯﻭﺍﺟﻨﺎ ﻭ ﺫﺭﻳﺘﻨﺎ ﻗﺭﺓ ﺍﻋﻳﻥ ﻭﺟﻌﻠﻨﺎ ﻟﻠﻤﺘﻘﻴﻦ ﺍﻣﺎﻣﺎ "Rabbanaa, hablana min azwaajinaa wa dzurriyyatinaa qurrata a'yuniwwaj'alnaa lil muttaqiina imaamaa" Artinya: "Ya Tuhanku, anugerahkanlah kepada kami pasangan kami dan keturunan kami sebagai penyenang hati (kami) dan jadikanlah kami sebagai pemimpin bagi orang-orang yang bertakwa". 2. Qs. An-Naml : 19 ... ﺭﺏ ﺍﻭﺯﻋﻨﻰ ﺍﻥ ﺍﺷﻜﺮ ﻧﻌﻤﺘﻚ ﺍﻟﺘﻰ ﺍﻨﻌﻤﺖ ﻋﻠﻲ ﻭﻋﻠﻰ ﻭﺍﻟﺪﻱ ﻭﺍﻥ ﺍﻋﻤﻞ ﺻﺎﻟﺤﺎ ﺗﺮﺿﻪ ﻭﺍﺩﺧﻠﻨﻲ ﺑﺮﺣﻤﺘﻚ ﻓﻲ ﻋﺒﺎﺩﻙ ﺍﻟﺼﻠﺤﻴﻥ "Rabbi auzi'niy an asykura ni'matakallatiy an'amta 'alayya wa 'alaa waalidayya wa an a'malan...
Muslim itu harus menjadi orang yang lebih baik dari hari ke hari. "Barang siapa yang hari ini lebih baik dari hari kemarin, maka ia termasuk orang beruntung. Barang siapa yang hari ini sama dengan hari kemarin maka ia termasuk orang merugi. Barang siapa yang hari ini lebih buruk dari hari kemarin maka ia termasuk orang celaka" Muslim itu harusnya orang yang kuat. Baik fisik, hati, ilmu, dan imannya. "Abu Hurairah radhiyallahu’anhu meriwayatkan bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Seorang mukmin yang kuat lebih baik dan lebih dicintai Allah daripada seorang mukmin yang lemah, namun pada masing-masingnya terdapat kebaikan. Bersemangatlah untuk meraih apa yang bermanfaat bagimu, mintalah pertolongan kepada Allah, dan jangan bersikap lemah. Apabila sesuatu menimpamu janganlah berkata, ‘Seandainya dahulu aku berbuat demikian niscaya akan begini dan begitu.’ Akan tetapi katakanlah, ‘Itulah ketetapan Allah dan terserah Allah apa yang dia ingi...
Komentar
Posting Komentar