Postingan

Kerja Tim

Hal menyedihkan buat saya adalah ketika kita berada dalam posisi sebagai supporting leader dalam 1 tim. Leader terkadang memiliki visi sendiri yang disimpan dan kita tidak tahu apa itu. Suatu saat kita akan melihat keputusan leader kita tidak tepat menurut kita, karena sudut pandang leader dengan anggota berbeda. Dalam posisi internal, mungkin kita bisa memberi masukan, meyakinkan leader tersebut mengenai masalah tersebut. Akan tetapi ketika berada dalam kondisi eksternal, mau tidak mau kita harus mendukung leader, tim kita, meskipun hati dan pikiran kita sebesarnya tidak sependapat. Tapi ya, demikianlah dinamika hidup kita. Terkadang kita berada dalam kondisi yang kita sendiri tidak nyaman berada di dalamnya. Mungkin kedengarannha sedikit abstrak, tapi tulisan berikutnya akan saya jelaskan dari pengalaman saya mengenai tulisan di atas.

Tentang Hidup (3)

Hidup dijalani untuk mengejar harapan di masa depan Mensyukuri apa yang ada saat ini Dan menjadikan masa lalu sebagai pelajaran Hidup dijalani bukan untuk mengutuki masa lalu Masa lalu tempat kita melakukan kesalahan Masa di mana harapan kita tidak menjadi kenyataan Karena selama kita hidup, selama itu kita bisa belajar dari masa lalu untuk meraih harapan di masa depan yang lebih baik Seperti apa yang orang bilang, bahwa: "Yesterday is history Tomorrow is mystery Now is present (gifts)"

Keterbukaan

Karena masalah kecilpun bisa menjadi masalah besar Apalagi masalah besar??

Tentang Hidup (2)

Dan hidup itu layaknya kisah yang dituliskan di atas kertas Ada kalanya kita menuliskan hal penting Ada  saatnya kita menuliskan hal tak begitu penting Cerita indah menjadi sajak bernada Cerita khilaf menjadi tulisan bernoda Sengaja ataupun tak sengaja Penulispun menginginkan hanya cerita bahagia dalam bukunya Menghapus semua kisah tak penting Membuang cerita khilaf yang menjadi pilu Sia-sia Sekeras apapun ia berusaha Yang telah tertulis tetap meninggalkan bekas, apapun bentuknya Maka percayalah, sekecil apapun tulisanmu Seremeh apapun kisahmu Seburuk apapun ceritamu Semua itulah yang mengantarmu pada kisah saat ini Hingga pada akhir yang akan datang Kemudian penulis sendiri yang memutuskan mulai sekarang Apakah ia ingin menuliskan cerita berakhir tragis Ataukah berakhir indah senyum bahagia

Cerita Negeri Rimba

Rimba kini tak seperti dulu Pikiran-pikiran telah terbelenggu Terkendali oleh hasutan kedengkian Tak kenal arah dan siapa Teradu domba Serigala tak lagi hanya berbulu domba Ia bisa berupa apa saja Pemangsa pun makin merajalela Kawanan gajah mulai punah Sisanya terseret dalam sirkus dunia Tak ada lagi yang menjaga Si bodoh naik tahta Cendekiawan tak dipercaya Persatuan terlupa Demi ego yang membuncah Hanya menunggu waktu Hingga singgasana rimba tak lagi ada Karena penduduknya lupa Siapa musuh sebenarnya

Questions... ???

Every questions need an answers, yes. But not every questions could answered by just some words, some needs real act to confirmed, to proved

Memaafkan

Berdamai dengan hati kita atas apa yang telah dilakukan oleh orang lain terhadap diri kita itu hanya bisa dilakukan dengan memaafkan Karena sesungguhnya, saat kita masih memendam kebencian, ketidaksukaan, kemurkaan atas apa yang orang lain lakukan terhadap kita, perasaan itu tidak akan hilang sampai masa hidup kita selesai bahkan jika kita mencoba lari sampai ke ujung dunia sekalipun Maka dari itu, mulailah dengan memaafkan Dan memaafkan itu lebih berat daripada meminta maaf, oleh karena itu derajat orang yang memaafkan sebenarnya lebih tinggi daripada orang yang meminta maaf Dalam konteks ini, bukan berarti meminta maaf itu hal yang buruk, karena seorang mukmin yang baik akan segera meminta maaf saat melakukan khilaf